Apa
itu keindahan?
Semua
punya persepsi masing-masing tentang keindahan. Entah subyektif, entah obyektif
(kalau ada) tak ada yang salah. Berikut
adalah beberapa karya foto yang (mungkin)
indah secara subyektif (sudut pandang
orang pertama tunggal) dan obyektif (sudut
pandang orang kedua, dst).
Maknai
sendiri keindahan anda.!
Tanya Cinta Ramayana
Salah satu kisah cinta terkenal
adalah Ramayana. Menggambarkan cinta melalui sosok Rama dan Sinta.
Sinta yang menyerahkan semua
yang ia miliki kepada Rama. Bahkan, ia rela terjun kedalam api untuk
membuktikan kesetiaannya kepada Rama. Itu cinta?
Rama yang berjuang merebut
kembali Sinta dari Rahwana, dengan bantuan Hanuman dan pasukan kera. Itu cinta?
Rama yang mengutus Hanuman
untuk memberikan cincin kepada Sinta sebagai tes keperawanan Sinta, dan
menyuruh Sinta terjun ke dalam api sebagai bukti kesucian Sinta untuk Rama. Itu
cinta?
Kenapa wanita sulit menjadi
Sinta?
Kenapa pria selalu seperti
Rama?
Lantas apa arti sebuah cinta?
Oi…,
Sinta merenung di taman
Melihat
bulan kuning emas menawan
Hatinya
senang pikiran melayang
Melamun
akan cinta dan Rama
Oi…,
Mandodari mengintip dibalik awan
Permaisuri Rahwana murka Sinta bahagia
Diutusnya mendung menutup bulan
Menghilangkan sinar bulan yang terang
Oi..., Mendung datang
menyerang
Bulan
pun redup perlahan
Semakin
gelap sinar rembulan
Sinta
terdiam khitmat dalam doa
Oi…,
Bhatara Surya membantu sinar
Cahaya
bulan mulai nampak namun samar
Mendung
menyebar perlahan kalah
Sinar bulan tambah terang
Oi…,
Sinta perlahan kembali
senang
Karena
bulan tetap terang
Menemani
Sinta dalam kurungan (katanya)
Di
Argasoka nan indah bagai surga (katanya)
Wisata Budaya Grebeg
Mulud
Kota Solo memiliki
banyak wisata yang menarik wisatawan untuk berkunjung. Salah satu jenis wisata
di kota Solo adalah wisata budaya yang salah satunya disebut Grebeg Mulud.
Bulan Rabiulawal kalender islam, merupakan salah
satu bulan yang sakral di kota Solo. Di bulan tersebut merupakan bulan lahirnya
Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi). Peringatan Maulid nabi dirayakan dengan
dilaksanakannya ritual Grebeg Mulud,
yang menurut kepercayaan masyarakat kota Solo dan sekitarnya memiliki dampak magis spiritual bagi yang mengikutinya.
Grebeg Mulud merupakan ritual selamatan keraton Solo yang
digelar setiap tanggal 12 Rabiulawal atau tepat pada
peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Tradisi yang telah
berlangsung selama ratusan tahun ini merupakan tradisi terpopuler dari beberapa
jenis grebeg lainnya. Setiap digelarnya Grebeg Mulud ribuan
pengunjung dari berbagai daerah tumpah ruah di halaman Masjid Agung Surakarta.
Gunungan merupakan maskot dari
upacara tradisional Keraton Solo ini. Terdapat dua macam gunungan yang
diarak dalam grebeg ini, gunungan lelaki dan perempuan. Gunungan
lelaki berbentuk lingga terdiri dari hasil bumi seperti kacang panjang, cabai,
dengan entho-entho di bagian atas. Sementara gunungan perempuan
yang berbentuk yoni berisi berbagai makanan tradisional yang disusun layaknya
bunga. Diantaranya adalah rengginang.
Tradisi
Grebeg Mulud Keraton Solo masih dianggap sakral oleh banyak pengunjung
yang selalu hadir setiap tahun. Gunungan yang dijadikan perebutan
dianggap memiliki berkah bagi mereka yang berhasil mendapatkannya. Karena itu,
prosesi pembagian gunungan selalu menjadi bagian paling seru, dramatis,
sakral, sekaligus meriah dalam tradisi ini.
Sebelum
Grebeg Mulud, pasar murah yang
disebut Sekaten digelar. Aneka wahana
permainan digelar dan banyak barang maupun makanan khas Solo dijual di pasar
murah ini. Perayaan peringatan Maulud Nabi di kota Solo selalu menarik untuk
dijadikan tujuan wisata setiap tahunnya.